PEKERJA SOSIAL DENGAN KELOMPOK
A. Keanggotaan Kelompok dan Referensinya
Keanggotaan kelompok adalah suatu kelompok di mana orang – orang merasa memiliki dengan kelompok tersebut. Keanggotaan kelompok secara jelas dibatasi oleh seseorang yang merasa menjadi bagian kelompok tersebut atau yang tidak. Keanggotaan semacam ini dikatakan sebagai suatu kondisi yang terbatas.
Secara psikologi, keanggotaan suatu kelompok berlangsung hanya ketika orang tersebut secara positif tertarik untuk masuk dan diterima menjadi anggota kelompok tersebut. Keanggotaan ada yang bersifat sukarela dan ada yang tidak. Keanggotaan sukarela berlangsung ketika individu secara bebas memilih untuk menjadi anggota kelompok tertentu sebagai contoh kelompok persaudaraan. Di situasi lain, ada orang yang sedikit mempunyai kebebasan atau bahkan tidak punya pilihan untuk menjadi anggota kelompok. Pekerja sosial sering bekerja dengan kelompok – kelompok yang keanggotaannya bersifat tidak sukarela. Seperti dalam suatu kelompok narapidana, rumah sakit rehabilitasi mental, fasilitas perawatan, dan sekolah – sekolah. Keanggotaan yang tidak sukarela merupakan bentuk ketidaktertarikan dalam berpartisipasi dalam kelompok dan kadang – kadang cenderung untuk menggangu atau memusuhi.
Kelompok referensi / pilihan merupakan kelompok yang orang – orangnya mampu menerima kita. Mereka adalah orang – orang yang lebih dekat untuk mengidentifikasi dan bekerja sama. Kelompok – kelompok tersebut mempunyai dua fungsi yang berbeda yaitu pertama, perilaku individu, sikap dan karakterisitik – karakteristik lain ditentukan oleh standar dan poin – poin pembanding dalam membuat suatu keputusan atau evaluasi, kedua kelompok pilihan mempunyai fungsi normal dalam mencari kesesuaian standar perilaku dan sikap dalam kelompok.
Dalam kelompok yang diberikan, hanya ada beberapa anggota yang merupakan pilihan bagi kita. Orang – orang pilihan tersebut adalah orang – orang yang mampu berpengaruh bagi kita atau sebaliknya sedang mencari pengaruh. Dalam kelompok yang luas, kita hanya mempunyai sub kelompok pilihan kecil.
B. Model – model Perkembangan Kelompok
1. Menurut Garland, Jones dan Kolodny
Ada lima tahap model perkembangan dalam kelompok pekerjaan sosial untuk menggambarkan permasalahan – permasalahan dalam kelompok, memahami permasalahan tersebut secara teoritis, mampu membuat cara antisipasinya dan merespon reaksi dari anggota kelompok. Kelima tahap model tersebut adalah:
a. Preaffiliation yaitu model dimana anggota bertentangan untuk bergabung / bekerja sama dalam kelompok tapi interaksi tetap terjaga. Anggota sering melakukan test keluar melalui pendekatan – pendekatan dan menghindari perilaku bahwa mereka betul – betul ingin memiliki kelompok tersebut. Dalam tahap ini pemimpin kelompok berusaha membuat hal – hal yang menarik untuk pengembangan kelompok seperti dengan memberikan dukungan, meningkatkan kepercayaan, meningkatkan fasilitas lingkungan pergaulan baik fisik maupun psikis dan melakukan aktivitas jika diperlukan dan berasal dari inisiatif struktur kelompok ( Garland & Frey 1973, P.3 ). Tahap ini secara perlahan akan berakhir ketika anggota sudah merasa aman dan senang / cocok dengan kolompoknya dan memandang penghargaan sebagai suatu yang sangat berharga dalam komitmen emosinya.
b. Power dan control, tahap ini muncul karena adanya karakteristik kelompok yang mulai berkembang. Bentuk – bentuk komunikasi mulai ada, kerjasama dengan sub – sub kelompok juga mulai nampak, anggota mulai mengambil peranan penting dan bertanggung jawab dalam kelompoknya, adanya norma – norma dan metode – metode yang berkembang dan berlaku dalam kelompok serta sudah mulai adanya pertanyaan – pertanyaan dari anggota kelompok. Pada tahap ini pemimpin kelompok membantu anggotanya untuk memahami tentang kekuatan – kekuatan dalam perjuangan kelompok, memberikan dukungan emosional terhadap situasi yang kurang mengenakan, dan membantu kelompok membentuk norma – norma untuk memecahkan ketidakpastian .
c. Intimacy, dalam tahap ini hubungan relasi atas dasar suka dan tidak suka muncul. Kelompok menjadi lebih mirip sebuah keluarga dimana persaingan antar anggota dan pemimpin kelompok mulai timbul dimana pemimpin kelompok diibaratkan sebagai orang tua. Kelompok dipandang sebagai tempat untuk perubahan dan individu merasa bebas untuk mencoba dan membuat usaha – usaha untuk melakukan perubahan sikap.
d. Differentiation, dalam tahap ini ada kebebasan dari anggota untuk bereksperimen dengan bentuk – bentuk perilaku alternatif / pilihan. Sudah ada pengakuan tentang hak individu dan kebutuhan serta hak berkomunikasi antar anggota pada level yang lebih tinggi. Pada tahap ini kelompok sudah mampu mengatur dirinya sendiri secara lebih efesien. Kepemimpinan sudah mulai terbagi dan peran serta anggota sudah mulai berfungsi. Masalah – masalah kekuatan kelompok sudah mulai berkurang dan keputusan dibuat dengan tingkat emosi yang rendah dan lebih obyektif.
e. Separation, dalam tahap ini tujuan kelompok sudah mulai dicapai dan anggota mulai memahami bentuk – bentuk perilaku yang baru untuk mengupayakan mereka dalam menghadapi pengalaman – pengalaman sosial yang lain. Kadang terminasi / tahap pengakhiran bukan hal yang mudah untuk dibentuk. Anggota mungkin masih segan untuk berperilaku regresif dan cenderung berusaha menjaga keanggotaannya dalam kelompok.
2. Menurut Tuckman
Bruce W. Tuckman ( 1965 ) lebih dari 50 penelitiannya memandang tentang terapy dan kelompok – kelompok sensitif yang dibatasi oleh waktu. Ada lima tahap dalam model pengembangan kelompok yaitu :
a. Forming, pada tahap ini para anggota sudah mulai saling berorientasi, bekerja supaya bisa diterima, dan belajar tentang kelompok. Dalam tahap ini ada periode ketidakpastian di mana anggota mencoba untuk menentukan posisi mereka dalam kelompok dan aturan proseduralnya.
b. Storming, pada tahap ini konflik mulai muncul karena anggota mulai mencari pengaruh dalam kelompok dan cenderung melawan tugas yang diberikan.
c. Norming, pada tahap ini kelompok mulai membentuk keterpaduan dan komitmen untuk mencari cara – cara terbaru dalam bekerja sama.
d. Perfoming, pada tahap ini pekerjaan kelompok sebagai suatu unit untuk mencapai tujuan kelompok. Kelompok mengembangkan kemampuan / kecakapan dalam mencapai tujuannya dan menjadi lebih fleksibel untuk bekerja sama.
e. Adjourning, pada tahap ini kelompok mulai membubarkan diri.
C. Peranan Tugas dan Pemeliharaan
Semua kelompok ( apakah yang diorganisir untuk alasan terapy, penyelesaian masalah atau hal – hal lainnya ) tetap bersandar pada pencapaian anggota dengan berbagai peranannya. Kebutuhan kelompok secara umum ada dua yaitu peranan tugas dan peranan pembentukan kelompok / pemeliharaan kelompok yang dicapai dengan memuaskan. Peranan tugas dibutuhkan untuk memenuhi tujuan khusus yang disusun oleh kelompok sedangkan peranan pemeliharaan termasuk peranan untuk memperkuat aspek sosial / ekonomi terhadap kehidupan kelompok. ( Pfeiffer & Jones, 1976 )
David dan Frank Johnson ( 1975, P.26 ) menyimpulkan peranan – peranan tersebut sebagai berikut :
- Information and opinion giver ( Pemberi Informasi dan Pendapat ): menawarkan fakta – fakta, pendapat – pendapat, usul dan informasi – informasi yang relevan untuk membantu diskusi kelompok.
- Informatioan and opinion seeker ( pencari informasi dan pendapat ) : meminta fakta – fakta, informasi, ide dan perasaan anggota lain untuk membantu diskusi kelompok.
- Starter ( pemulai ) : merencanakan / mengusulkan tujuan – tujuan dan tugas – tugas untuk memulai suatu tindakan dalam kelompok.
- Direction Giver ( Pemberi Petunjuk ) : mengembangkan rencana – rencana tentang bagaimana untuk memproses dan memfokuskan perhatian tentang tugas yang harus dilakukan
- Summarizer ( penyimpul ) : mengumpulkan ide – ide atau usul yang saling berhubungan dan diungkapkan kembali serta disimpulkan dalam poin – poin utama yang akan didiskusikan.
- Coordinator : menunjukkan hubungan antara berbagai ide dengan cara mengumpulkan secara bersama – sama dan menyelaraskan kegiatan – kegiatan dari berbagai sub kelompok dan anggota.
- Diagnozer : memperhitungkan sumber – sumber kesulitan kelompok dalam bekerja secara efektif dan hal – hal untuk meningkatkan pencapaian tujuan kelompok.
- Energizer : merangsang peningkatan kualitas kerja yang lebih tinggi dalam kelompok.
- Reality Tester : menguji secara praktis dan kemungkinan pelaksanaan ide – ide anggota, evaluasi terhadap solusi alternatif dan penerapannya dalam situasi yang nyata untuk melihat bagaimana mereka akan bekerja.
- Evaluator : membandingkan keputusan – keputusan kelompok dengan pemenuhan standar kelompok dan tujuannya.
Johnson ( 1975, P.27 ) juga mengidentifikasikan peranan pemeliharaan kelompok yang mampu memperkuat aspek sosial dan emosional dalam kelompok yaitu :
- Encourager of participation : memberikan dorongan pada setiap orang untuk berpartisipasi, memberikan kontribusi, menunjukkan sikap terbuka dan mau menerima terhadap ide – ide yang lain serta mampu bersahabat dan merespon terhadap semua kelompok.
- Harmonizerand compromiser: membujuk / mengajak anggota untuk menganalisa secara konstruktif tentang perbedaan ide / pendapat diantara anggota, mencari unsur – unsur yang umum dalam konflik dan selanjutnya melakukan rekonsilisasi.
- Tension Reliever: memberikan waktu – waktu tertentu pada anggota untuk bersenang –senang / bersantai antar anggota kelompok , dan melakukan pendekatan kesenangan dalam pekerjaan kelompok.
- Communication helper : menunjukkan ketrampilan komunikasi yang baik dan menyakinkan tiap anggota kelompok untuk mengerti tentang apa yang diucapkan anggota lainnya.
- Evaluator of emotional climate : meminta anggota tentang bagaimana mereka merasakan cara – cara kelompok dalam bekerja dan tentang anggota satu sama lain serta untuk berbagi perasaan .
- Prosess observer : melihat proses dalam kelompok sebagai suatu pekerjaan dan menggunakan observasi dalam membantu menguji efektivitas kelompok.
- Standard setter : mengekspresikan standar kelompok dan tujuannya untuk membuat anggota sadar tentang petunjuk pekerjaan dan peningkatan pencapaian tujuan serta untuk mendapatkan penerimaan secara terbuka terhadap norma – norma kelompok dan prosedurnya.
- Active listener: mendengarkan dan menjadi audiens yang baik baik anggota lain serta mau menerima ide – ide anggota lain yang berhubungan dengan kelompok.
- Trust Builder : mau menerima dan mendukung secara terbuka terhadap anggota kelompok lain, menguatkan terhadap pengambilan resiko dan mendorong secara individual.
- Interpersonal problem solver : Meningkatkan diskusi secara terbuka tentang konflik antara anggota kelompok dan mencoba menyelesaikannya serta meningkatkan kebersamaaan kelompok.
Hersey dan Blanchard ( 1977 ) mengembangkan sebuah teori situasional tentang kepemimpinan yang dijadikan sebagai petunjuk bagi seorang pemimpin yang akan memfokuskan pada task behaviour (perilaku – perilaku tugas) dan maintenance behaviour ( perilaku pemeliharaan).
D. Teori Kepemimpinan
Ada empat pendekatan utama dalam teori kepemimpinan yaitu :
- pendekatan ciri
Krech, Crutchfied dan Ballachey ( 1962 ) meninjau tentang penelitian ciri – ciri yang diperlukan seorang pemimpin dalam kelompok untuk bisa diterima yaitu :
- Ia menjadi anggota kelompok dan diperjuangkan oleh anggota untuk menjadi pemimpin.
- Memiliki status khusus terhadap norma dan nilai – nilai sebagai titik sentral dalam kelompok.
- Menjadi anggota kelompok yang paling berkwalitas dalam pencapaian tugas.
- Mampu menyesuaikan harapan – harapan anggota tentang bagaimana dia seharusnya berperilaku dan fungsi yang ia jalankan.
2. Pendekatan Style
Ada tiga bentuk style kepemimpinan menurut Lewin, Lippitt dan White (1939) yaitu :
- Authoritarian leaders yaitu pemimin mempunyai kekuasaan lebih absolut daripada pemimpin demokratis. Mereka sendiri yang membuat tujuan dan kebijakan dan menentukan kegiatan – kegiatan anggota serta rencana – rencana utamanya.
b. Democratic leaders yaitu pemimpin yang dalam membuat suatu keputusan dengan melibatkan partisipasi anggotanya dan ada bentuk kerja sama yang kuat antara pemimpin dan anggota sehingga menjadi lebih efektif.
- Laissez – faire style yaitu gaya kepemimpinan dimana partisipasi dari pemimpin justru sangat kecil dibandingkan anggota. Anggota kelompok mempunyai peranan yang besar dalam memberikan masukan kepada pemimpin untuk membuat suatu keputusan. Ketika anggota ingin melakukan suatu kegiatan tertentu, mereka mempunyai sumber – sumber yang dapat diterapkan dan sangat minim sekali masukan / pengaruh dari pemimpin untuk bekerja secara efektif.
3. Pendekatan Fungsional Yang Didistribusikan
Pendekatan fungsional mendefinisikan sebagai kepemimpinan yang berlangsung kapan saja ketika seorang anggota kelompok bisa mempengaruhi anggota lainnya untuk membantu mencapai tujuan. Karena setiap saat semua anggota kelompok bisa mempengaruhi anggota kelompok lainnya maka tiap anggota kelompok bisa setiap saat berguna sebagai pemimpin. Pendekatan ini juga mengatakan bahwa kepemimpinan merupakan suatu ketrampilan yang harus dipelajari oleh siapa saja dengan persyaratan – persyaratan tertentu. Peranan seorang pemimpin dapat digambarkan sebagai berikut :
- Executive ( menjadi top koordinator dalam kegiatan kelompok )
- Policy maker ( menentukan / membuat tujuan kelompok dan kebijakannya )
- Planner ( merencanakan dan memutuskan sarana –sarana yang akan digunakan dalam pencapaian tujuan )
- Expert ( sebagai sumber informasi dan ketrampilan yang tersedia )
- External group representative ( mampu menjadi juru bicara yang resmi bagi kelompoknya )
- Controller of internal relation ( mampu mengontrol secara struktural sebagai salah satu cara dalam pengawasan relasi dalam kelompok )
- Purveyor of rewards and punisment ( mampu memberikan penghargaan atau hukuman terhadap anggota dan memberikan tugas baik yang menyenangkan atau tidak.
- Arbitrator and mediator ( bertindak sebagai hakim dan perantara dengan menggunakan kekuasaannya untuk mengurangi atau meningkatkan factionalis ( kumpulan anggota kelompok ).
- Exemplar ( mampu berperan sebagai model perilaku untuk menunjukkan apa yang seharusnya dilakukan anggota.)
- Ideologist ( mampu menjadi sumber keuntungan / manfaat dan nilai bagi anggota kelompok.)
- Spacegoat ( mampu sebagai target tempat pencurahan dari keputusasaan anggota dan kekecewaannya. )
E. Basis kekuatan Sosial dalam kelompok
French dan Raven ( 1968 ) mengembangkan sebuah kerangka kerja tentang pemahaman bagi setiap anggota kelompok yang mempunyai pengaruh atau kekuatan lebih dari lainnya. Ada lima bentuk kekuatan dalam kelompok yaitu :
1. Reward power yaitu didasarkan pada persepsi satu anggota bahwa anggota lain atau seluruh kelompok mempunyai kapasitas untuk diberikan hadiah / penghargaan atau sebaliknya memberikan konsekwensi negatif sebagai respon terhadap perilaku salah satu anggota kelompok yang memberikan persepsi. Bentuk penghargaan bisa berupa kenaikan pangkat, kenaikan gaji, mendapatkan cuti dan pujian.
2. Coercive Power yaitu didasarkan persepsi satu anggota bahwa salah satu anggota pantas memperoleh konsekwensi yang kurang baik atau sebaliknya mendapatkan konsekwensi yang positif. Isi Coercive power berasal dari harapan salah satu anggota yang menginginkan dihukum karena oleh anggota lain karena kegagalannya dalam tingkat produksi yang telah ditentukan.
3. Legitimate Power yaitu didasarkan pada persespsi bahwa anggota kelompok mempunyai hak yang sah untuk menentukan perilakunya dan anggota lain mempunyai hak untuk menerimanya.
4. Refence Power yaitu didasarkan identifikasi satu anggota kelompok dengan anggota lain yang berisi perasaan pribadi / kekuatan yang sangat besar anggota untuk melakukan identifikasi.
5. Expert Power yaitu didasarkan pada persepsi anggota yang mempunyai beberapa ketrampilan atau pengetahuan khusus.
F. Tujuan Personality dan Tujuan Kelompok
Tujuan merupakan arah terakhir dari sebuah pekerjaan individu atau kelompok. Tujuan personal dilakukan oleh satu anggota sedangkan tujuan kelompok dilakukan oleh beberapa anggota kelompok yang mampu bekerja untuk mencapai tujuan tersebut. Motivasi anggota untuk bekerja sama mencapai tujuan kelompok dengan mengembangkan keterlibatannya yaitu pertama, anggota yang mempunyai tujuan personal akan mempunyai kesempatan lebih besar untuk bekerja sama dengan kelompok dan menjadi komponen dalam kelompok, kedua mempunyai kesadaran yang tinggi tentang pentingnya memilih tujuan – tujuan ini dan ketiga merasakan suatu komitmet yang lebih besar untuk menyediakan sumber – sumber daya mereka dalam mencapai tujuan karena mereka telah mempunyai input dalam menyeleksi tujuan.
G. Kontroversi dan Kreatifitas
Kontroversi merupakan suatu perdebatan , perselisihan atau diskusi karena adanya perbedaan kepercayaan, informasi, pendapat, pemikiran dan asumsi. Kontroversi dalam kelompok adalah hal alami dan jika ditangani secara konstruktif maka kontorversi justru akan meningkatkan kreativitas, peningkatan peran serta anggota dan keputusan dicapai dalam level tinggi.
H. Strategi Untuk Menyelesaikan Konflik
1. Pembalikan Peran
Strategi yang sangan berguna dalam menyelesaikan konflik intra group dan inter group adalah dengan strategi pembalikan peran. Peran utama dijadikan pembalikan peran. Sebagai contoh tiap anggota mengekspresikan pendapatnya dan setelah itu mengulang pendapatnya tersebut pada posisi / peran yang berlawanan.
2. Emphaty
Teknik yang sangat erat hubungannya dalam melakukan pembalikan peran adalah dengan memberikan rasa empati. Rasa emphaty dilakukan dengan pemahaman tentang apa yang dipikirkan dan diucapkan orang tersebut.
3. Inquiry / Pemeriksaan
Jika kita berada dalam suatu konflik dengan seseorang dan bingung dengan pikiran dan perasaannya, maka teknik inquiry sangat berguna untuk digunakan. Teknik ini dilakukan dengan melibatkan pendekatan persuasif, pertanyaan yang bersifat penyelidikan untuk mempelajari lebih banyak tentang pemikiran dan perasaan orang tersebut.
4. I – Message
Ketika konflik timbul, sebagian besar orang akan melakukan respon terhadap pesan yang anda sampaikan. Ada dua tipe pesan yaitu pesan yang bersifat solusi dan yang bersifat menurunkan ketegangan dalam konflik. Pesan solusi seperti moral, petunjuk, peringatan dan lain – lain, sedangkan Put – down message contohnya seperti penyalahan, penghukuman, kewarganegaraan atau panggilan nama.
5. Diarming / perlucutan
Teknik dilakukan dengan cara mencari tingkat kepercayaan terhadap apa yang diucapkan dan diekspresikan orang tentang persetujuannya sekalipun kita merasa apa yang diucapkan orang tersebut salah, tidak rasional atau tidak jujur. Dengan teknik ini bisa membuat kita lebih jujur dengan apa yang diucapkan dan mengekspresikan persetujuannya dengan cara – cara yang benar.
6. Stroking
Stroking adalah mengucapkan sesuatu yang positif secara benar dan jujur kepada orang atau yang berada pada konflik dengan kita.
7. Mediation
mediasi dilakukan dengan intervensi dari pihak – pihak yang netral diluar konflik dan tidak mempunyai kekuasaan untuk membuat keputusan.
I. Ukuran Kelompok
- Kelompok yang terdiri dua anggota cenderung menghindari adanya ketidaksetujuan dan antagonis
- Kelompok yang terdiri tiga anggota cenderung mempunyai permasalahan dalam hal adanya keinginan untuk memiliki kekuasaan mayoritas untuk menguasai minoritas.
- Kelompok yang terdiri lima anggota atau lebih cenderung mempunyai tingkat kepuasan yang tinggi dari anggotanya mereka sendiri.
J. Memulai, memimpin dan mengakhiri kelompok terapy
Pembentukan Kelompok
Dalam terapi kelompok, ada dua tipe keanggotaan yaitu bersifat sukarela atau tidak. Anggota terapi akan secara kebetulan bisa melakukan pendekatan langsung. Dalam pembentukan kelompok ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu :
– Memilih untuk berpartisipasi secara aktif dan mendapatkan anggota kelompok sebanyak mungkin.
- Hindari kebisuan dan dengarkan apa yang diucapkan anggota lain.
- Hindari sifat marah dan ketidaknyamanan anggota karena adanya cara – cara yang menggangu.
- Adanya konsekwensi tertentu bila ada penolakan untuk datang dalam kelompok
K. Mengakhiri suatu kelompok
Pengakhiran suatu kelompok selalu merupakan suatu transisi terhadap sesuatu yang lain. Unsur penting dalam pengakhiran kelompok adalah bekerja dengan semua anggota untuk membantu mengembangkan suatu perencanaan berikutnya dan memungkinkan mereka mencapai tujuan yang lebih tinggi.
Daftar Pustaka
Zastrow Charles, 1982, Introduction to Social Welfare Intitutions, The Dorsey Press Homewood, Illionis.
http://ichwanmuis.com/?p=458